Senin, 19 Januari 2009

Menghilangkan kebiasaan menunda

"Procrastination... mankind's worst habbit ever found"


Menunda.. Betapa banyak manusia yang mendapatkan kesenangandari aktivitas yang satu ini, sambil membiarkan diri merekatetap terikat pada kewajiban pada masa yang akan datang, denganintensitas yang semakin berat! Mengapa makin berat? karena ketika sebuah tugas ditunda, maka secara mental pikiran menganggapnyasebagai hal yang seharusnya telah dilakukan di masa lalu, sehinggatidak ada motivasi yang muncul saat tugas tersebut kembali tiba waktunya untuk dikerjakan.Buruknya lagi, kebiasaan menunda juga dapat berkembang ke titik ekstrimyaitu menunda kesuksesan, dengan dalih bahwa kesuksesan di masa depantidak akan pergi kemana-mana walau tidak diupayakan sekarang juga!Jadi apa yang perlu dilakukan untuk menghindari kebiasaan menunda???

Silakan simak beberapa langkah di bawah ini:

1. Tentukan prioritas.
Segala sesuatu memiliki prioritasnya masing-masing,ada saat dimana pekerjaan kuliah lebih penting dari waktu untuk diluangkan bersama keluarga, namun ada kalanya berlaku sebaliknya.Ketika kita sakit, prioritas tentu mengusahakan kesembuhan terlebih dahulusebelum menyelesaikan tugas/pekerjaan. Bagaimana cara agar prioritas dapatdibuat secara feasible? Jawabannya mudah, buatlah daftar skala prioritas dan juga hal-hal pendukung yang diperlukan untuk menyelesaikan sebuah tugas.Tambahkan juga rentang waktu yang masuk akal dan tidak membebani.

2. Upayakan sebuah kondisi mental, fisik dan lingkungan yang mendukung penyelesaian sebuah tugas.
Misalkan, usahakan kebersihan meja kerja,siapkan peralatan dan perlengkapan yang diperlukan secara lengkap untukmenyelesaikan sebuah tugas, persiapkan kebugaran fisik, cuci muka bila terasa penat atau mandi dengan air dingin, dampak langsung dari kondisi fisik yang bugar akan sangat mempengaruhi motivasi, sama halnya dengan tersedianya berbagai peralatan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas,bayangkan seorang pelukis berdiri di depan kanvas putih dan stand kayu, tersedia 12 jenis kuas lukis berkualitas berbagai ukuran, 3 set cat minyakdengan total 36 warna, plus secangkir kopi panas di samping meja dengan alunan lagu favorit sebagai sumber inspirasi. Rasanya sukar untuk pelukis tersebut untuk tidak mulai berkarya, dengan begitu lengkapnya persiapanyang ia perlukan untuk mengerjakan sebuah karya.

3. Lakukan 1 hal yang termudah!
Banyak pakar mengatakan bahwa seseorangharus melakukan yang terberat lebih dulu, namun kami menyarankan untukmelakukan 1 hal yang termudah, karena pikiran manusia dapat mengenali sebuah pencapaian atau tuntasnya sebuah hal walaupun hal itu sangat sepele, dan dari 1 pencapaian kecil, pikiran manusia akan termotivasiuntuk melakukan 1 hal selanjutnya dengan porsi lebih berat, dan seterusnya.(human's mind recognizes achievement, even the small one)

4. just let it flow
Kerjakan terus dengan ritme kita. Masalah yang terjadi biasanya adalah kita tidak bisa berhenti! namun ini adalah sebuah indikator yang menguntungkan bukan?

5. Setelah sebuah tugas terselesaikan, silakan beralih ke tugas berikutnya,bahkan mulailah tugas yang harusnya diselesaikan minggu depan! ^^

Tidak ada komentar: